Tugas dan Tanggung Jawab Pramuniaga: “Jiwa”-nya Pelayanan

tugas dan tanggung jawab pramuniaga

Pramuniaga merupakan profesi yang diminati oleh banyak orang. Profesi ini juga punya tugas dan tanggung jawab yang cukup padat.

Apabila Anda tertarik untuk menjadi seorang Pramuniaga, pastikan untuk mengetahui tentang apa saja syarat-syarat menjadi Pramuniaga serta rincian tugas dan tanggung jawab Pramuniaga secara umum.

Mengenal Apa itu Pramuniaga

Menurut Suharso dan Retnoningsih (2014) mendefinisikan Pramuniaga merupakan karyawan yang bekerja di perusahaan dagang yang tugas utamanya ialah melayani konsumen.

Jadi, singkatnya Pramuniaga merupakan seseorang yang berprofesi melayani konsumen yang ingin membeli produk di suatu toko ritel (toko furniture, supermarket, restoran, kafe, toko kendaraan bermotor, toko pakaian, minimarket, dll). Karena itu Pramuniaga juga sering disebut sebagai “pelayan toko”.

Pelayanan yang diberikan tidak hanya berupa menyambut dan mengambilkan barang yang dibutuhkan konsumen tersebut saja, namun juga mengarahkan konsumen untuk membeli produk yang tepat, melayani dengan penuh sopan santun, serta mendengarkan komplain dan keluhan setiap pelanggan.

Bagi sebagian orang, Pramuniaga sering disama artikan dengan SPG, namun sebenarnya keduanya memiliki makna berbeda jauh.

SPG merupakan sales yang tugas utamanya untuk menggaet pembeli sebanyak-banyaknya, sementara Pramuniaga merupakan seorang karyawan yang tugas utamanya hanya melayani konsumen, tidak ikut mempromosikan produk-produk di tokonya.

Pramuniaga tidak mesti seorang karyawan dari sebuah toko, namun seringkali pemilik toko tersebut menjadi Pramuniaga sendiri terutama toko-toko kecil seperti mini market yang masih memungkinkan untuk diurus oleh seorang pelayan toko.

Syarat Menjadi Pramuniaga

Apabila Anda tertarik untuk menjadi seorang Pramuniaga, silakan untuk melengkapi persyaratan-persyaratan berikut ini:

1. Persyaratan Umum

  • Pria atau wanita minimal usia 17 tahun
  • Pendidikan minimal SMA sederajat
  • Paham tentang semua stok produk
  • Berpenampilan menarik
  • Tahu semua rincian harga produk yang dijual
  • Menguasai bahasa setempat
  • Paham tentang toko / perusahaan tempat bekerja
  • Mampu bersikap ramah dan sopan pada pelanggan
  • Siap bekerja dengan sistem shift

2. Persyaratan Administrasi

  • Foto copy e-KTP
  • Pas foto ukuran 3 x 4
  • Foto copy SKCK
  • Foto copy ijazah terakhir

Berapa Gaji Seorang Pramuniaga?

Besaran gaji seorang Pramuniaga, tentu sangat bergantung pada tempat kerja masing-masing dan besaran UMR / UMK di wilayahnya.

Selain itu, semakin lama bekerja di perusahaan tersebut maka kesempatan kenaikan gaji nya pun lebih besar sehingga kita tidak bisa membandingkan gaji antara satu dengan yang lainnya.

Namun, secara umum berikut gaji seorang Pramuniaga di beberapa toko ritel yang kami dapatkan informasi dari situs Qerja.com:

Toko RitelGaji Rata-Rata
AlfamartRp 2.100.000
IndomaretRp 2.200.000
Lotte MartRp 3.500.000
CarrefourRp 2.300.000
Toko swalayanRp 2.000.000

Baca juga: Tugas dan Tanggung Jawab Admin Operational

Tugas dan Tanggung Jawab Pramuniaga

Nah berikut ini tugas dan tanggung jawab Pramuniaga yang wajib Anda ketahui:

1. Melayani Pelanggan / Konsumen

Pramuniaga harus bisa melayani pelanggan sepenuh hati mereka mengingat tugas utamanya ialah menyediakan pelayanan terbaik kepada para pelanggan.

Selama bekerja, mereka harus bisa berorientasi secara penuh kepada konsumen sehingga mereka bisa puas dengan pelayanan yang diberikannya.

Terkait dengan pelayanan konsumen, ada beberapa hal yang mestinya diperhatikan diantaranya ialah:

  • Menyediakan informasi produk kepada konsumen
  • Memberi sambutan dan salam sapa kepada pelanggan
  • Menjawab ketersediaan stok dari suatu produk
  • Memberi info rincian harga masing-masing produk kepada konsumen
  • Merekomendasikan produk yang ingin dibeli kepada calon pelanggan
  • Mengarahkan konsumen untuk memilih produk yang tepat
  • Mendengarkan dan menangani setiap keluhan dari konsumen
  • Memberi kembalian dari pembelian barang yang dilakukan pelanggan 

2. Mendata dan Melabeli Stok Produk

Saat produk baru masuk dari pihak distributor atau dari produk yang baru saja dibeli dari produsen, maka pihak Pramuniaga wajib mendata dan melabeli masing-masing stok produk tersebut.

Terlebih untuk toko ritel yang pendataannya sudah serba otomatis seperti minimarket dan supermarket, tentu hal semacam ini wajib dilakukan secara cepat, rinci, dan akurat agar tidak sampai terjadi kesalahan perhitungan.

Setelah didata secara lengkap mulai dari nama produk, harga, deskripsi, tanggal expired, dan sebagainya, Pramuniaga juga wajib melabeli semua produk tersebut guna keperluan barcode scanning.

Setiap produk yang masuk dan keluar termasuk produk yang cacat, rusak, hilang, semuanya wajib di data. Dengan begini nantinya proses pelaporan kepada atasan jadi lebih mudah.

3. Menata Barang di Etalase

Menata barang di etalase atau disebut juga sebagai display produk merupakan kegiatan mengatur pajangan produk pada rak etalase atau jendela toko yang tersedia.

Untuk menata barang seperti ini tentu butuh ilmu dasar yang wajib diperhatikan. Mulai dari mengatur barang sesuai kategori, menempatkan produk yang hampir expired di bagian paling mudah dijangkau, hingga melakukan rotasi pajangan produk agar membuat toko tidak tampak membosankan.

Tiap toko tentu punya cara yang berbeda-beda terkait aturan menata barang di etalase (display produk). Namun tujuannya tetaplah satu yakni untuk menarik perhatian konsumen agar mudah mendapatkan barang yang mereka inginkan.

Nah, berikut beberapa trik yang sering dipakai oleh minimarket atau supermarket terkait penataan produk-produk yang mereka jual:

  • Mengelompokan produk berdasarkan kategorinya
  • Menempatkan kemasan produk yang lebih besar di sebelah kanan
  • Memajang produk impulsif di tempat sekitar kasir
  • Menempatkan produk yang harus terjual cepat di bagian paling depan
  • Metelakan produk yang laris dan banyak dibeli dibagian bawah
  • Mengelompokan produk berdasarkan tingkat kecerahan warnanya

4. Menyusun Laporan Penjualan

Bisnis apapun tentu butuh yang namanya laporan penjualan, nah laporan penjualan ini umumnya menjadi tugas dari seorang bendahara atau departemen finance bagi kebanyakan perusahaan. Namun dari sebuah toko ritel, laporan penjualan wajib dibuat oleh seorang Pramuniaga.

Bagi toko-toko yang sudah mengimplementasikan pendataan otomotatis berbasis komputer, tentu laporan ini tidak perlu dibuat lagi karena sudah otomatis dibuat oleh sistem. Hanya perlu rekap ulang untuk mendata berbagai macam barang yang rusak atau hilang.

Namun, bagi toko yang masih menggunaan pendataan manual, tentu para Pramuniaga wajib mendata secara manual atas setiap penjualan produk satu persatu. Tentu melelahkan bukan? walau begitu ini salah satu tugas dan tanggung jawab Pramuniaga yang wajib dilakukan.

Demikianlah beberapa hal yang bisa kami berikan seputar tugas dan tanggung jawab Pramuniaga. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel berikutnya yang akan datang!

Gambar: Freepik / benzoix